Puisi ini kupersembahkan kepada orang-orang yang sempat mewarnai hidupku!DIA MANUSIA
Dia bukan mimpi
Dia juga bukan pajangan dunia
Dia manusia yang tetap berdiri tegak
Menanti hari silih berganti
Becak tua bukanlah jawaban
Mengayuh roda bukan impian
Lara menyelimuti badan
Kepenatan melilit menjadi beban
Malam berselimutkan keletihan
Siang berzirahkan kesengsaraan
Pedih merasuk jiwa
Di dalam hati yang masih terluka
Ia termenung bagaikan lesung
Disapa matahari ia tak mengerti
Ia menderita, ia sengsara
Tetapi ia tidak berteriak seperti burung gagak
Ia hanya diam namun tidak padam
Dia hidup, dia manusia
Punya hati, budi, dan cinta
Dia bukan mimpi
Dia juga bukan pajangan dunia
Dia manusia yang tetap berdiri tegak
Menanti hari silih berganti
Becak tua bukanlah jawaban
Mengayuh roda bukan impian
Lara menyelimuti badan
Kepenatan melilit menjadi beban
Malam berselimutkan keletihan
Siang berzirahkan kesengsaraan
Pedih merasuk jiwa
Di dalam hati yang masih terluka
Ia termenung bagaikan lesung
Disapa matahari ia tak mengerti
Ia menderita, ia sengsara
Tetapi ia tidak berteriak seperti burung gagak
Ia hanya diam namun tidak padam
Dia hidup, dia manusia
Punya hati, budi, dan cinta
aku mencintaimu karena kau manusia...
BalasHapusmencintai orangtua karena mereka manusia
mencintai orang miskin karena mereka jug manusia...
namun aku membenci tindakan manusia yang tidak manusiawi.....