Sabtu, 28 Februari 2009

Puisi 2


Puisi Natal 2007
HARGA PENANTIANKU

Aku diam namun pikiranku melayang
Menerawang batas-batas waktu dan ruang
Mengejar jejak-jejak yang tak berbekas
Menerobos bayang-bayang yang tak jelas

Kujelajahi waktu yang tak berujung
Dalam kedamaian aku merenung
Mengusai dunia dan fenomena hidup
Terus berdetak dan tiada yang meredup

Air mataku jatuh seiring isak tangis Sang Bayi
Meneteskan penyesalan tercuat di hati
Aku sadar aku berada dalam penantian
Bersandar pada cinta dan harapan

Aku tidak lagi melihat waktu
Berapa lama aku menunggu
Seberapa letihnya aku ragaku
Seberapa besar perjuanganku

Kupersembahkan semua di tengah kerumunan domba
Kepada Dia yang berbaring tak berdaya
Kupersembahkan kelemahanku bersama para gembala
Yang sedang terjaga menyambut-Nya

Dalam Dia…
Mimpi-mimpi indahku menjadi kenyataan
Dalam Dia...
Harapan menjadi sebuah kepastian
Dalam Dia…
Penantianku bukanlah kesia-siaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar